Rabu, 13 Oktober 2010

Kumpulan Khotbah


KASIH ALLAH
YOHANES 3:16
 Karena         begitu     besar    kasih    Allah     akan    dunia ini  sehingga          Ia telah  mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya    setiap orang   yang    percaya    kepada-Nya   tidak     binasa melainkan        beroleh  hidup    yang   kekal.[1]

1.      Allah mengasihi dunia ini      
Karena    demikian     Allah  mengasihi  hgaphsen       dunia ini) Artinya: 
a.       Allah adalah subjek atau pelaku kasih. 
b.      Kasih atau mengasihi adalah predikat (kata kerja) yang dilakukan oleh Allah.
Verb, tense Voice Mood pers.     basic. 1 means, 2 means. hgaphsen  , 1 Aor.  Act. Ind. 3p Sing. agapaw, I love. He loved    (Yohanes 3:16a). Artinya:   Allah pada masa lampau telah mengasihi sekali  saja yang berlaku untuk selamanya.  Kasih Allah itu adalah proses yang telah terjadi.  Allahlah yang telah mengasihi dunia/isi dunia ini, yaitu manusia (Efesus 1:4).  Keterangan:  Aorist  = menjelaskan peristiwa yang lampau dan terjadi hanya satu kali  saja yang menjelaskan proses terjadinya peristiwa tersebut.  Perfect & Pluperfect menjelaskan hasil dari proses peristiwa yang terjadi sekali tersebut.
c.        Dunia adalah objek kasih Allah (ton   kosmon),  isi dunia, yaitu manusia.

2.      Allah memberikan Anak-Nya yang tunggal.
sehingga     Anak          yang tunggal      Ia telah memberikan,  Verb,tense Voice  Mood      person     basic. 1 means, 2 means. edwken, 1Aor.  Act. Ind.   3p Sing.didwmi,   I give.   He gave   (Dia telah sekali memberikan untuk selamanya( -  (Yohanes 3:16b).  Kristus telah diberikan oleh Allah pada masa lampau secara pasti.

3.   Allah memberikan hidup yang tidak binasa, tetapi kekal.
a.  Barang siapa yang percaya, tidak akan binasa . supaya setiap ( orang yang)       percaya   kepada Dia    tidak    menjadi binasa”
c.   Barang siapa yang percaya beroleh hidup kekal. "melainkan  beroleh    hidup          kekal. Tidak menjadi binasa (mh      apolhtai) dan hidup kekal(ech      Vwhn     aiwnion) merupakan pemberian atau isi pemberian Allah di dalam Anak-Nya yang tunggal, yaitu Yesus Kristus.

4.   Penerapan/aplikasi.
a.       Allah mengasihi isi dunia, yaitu manusia.  Allah telah menentukan manusia (isi dunia) sebagai objek kasih-Nya dari mulanya, dari kekal. Manusia menerima kasih yang dari Allah, jika Allah yang terlebih dahulu telah mengasihinya.                                                                                         
b.       Allah mengasihi manusia dengan memberi Anak-Nya yang tunggal, yaitu Yesus Kristus.
c.        Allah di dalam Yesus Kristus (Anak-Nya yang tunggal) memberikan hidup yang tidak binasa, melainkan hidup yang kekal. Manusia yang hidup dalam kasih Allah memperoleh keuntungan yang tidak ternilai, yaitu hidup yang kekal.    Karena    Allah telah memilih kita  di dalam Kristus sebelum dunia diciptakan,      supaya    kita   kudus dan     tak bercela     di hadapan-Nya,           dalam kasih   (Efesus 1:4).



ALLAH BAIK

Mazmur 23 :1-6


1)       Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.  
2)       Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;
3)       Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
4)       Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghiburkan aku.
5)       Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
6)       Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku, dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Cara-Cara TUHAN menunjukkan kebaikan-Nya:

A.       TUHAN membawa umat-Nya ke tempat yang baik (1-3).
Tempat yang baik dalam bagian ini dijelaskan dengan istilah “takkan kekurangan aku”.  Arti segala sesuatu yang diperlukan untuk hidup ini  tersedia, ada, dan terjamin.   Pemazmur menggambarkan betapa baiknya TUHAN yang membawa umat-Nya ke tempat yang baik dengan cara-cara:
A. 1.                 TUHAN menjamin tersedianya keperluan jasmani (ayat 2).  Ada dua (2) istilah yang dipakai Daud untuk mengungkapkan betapa jaminan TUHAN terhadap keperluan jasmani itu pasti IA sediakan.  Pertama, IA membaringkan di padang yang berumput hijau.  Artinya segala sesuatu yang mengenyangkan tersedia melimpah (hijau – lawannya gersang).  Kedua, IA membimbing aku ke air yang tenang.  Artinya, Allah menjamin untuk memuaskan rasa haus dengan membawa minum di tempat yang aman (tenang – lawannya arus yang deras)
A. 2.                 TUHAN  penyegar jiwa (rohani) (ayat 2)
Pemazmur memakai istilah “TUHAN menyegarkan jiwaku”.   Pemazmur pernah menuliskan isi hatinya tentang: jiwanya yang tertekan (neorosis); hatinya yang gundah gulana; perasaannya yang takut; pikirannya yang kisruh(kusut); harapan yang sirna;   akibat tekanan-tekanan dalam hidupnya.  Tetapi sekarang ia bertemu dengan TUHAN yang mengerti seluruh hidup jiwani, memulihkan semua keadaannya.  Hatinya diperbaharui, perasaannya kembali tumbuh berani, pikirannya kembali normal, harapan kembali baik.  Tidak ada yang dapat menekan jiwanya, karena  TUHAN penyegar jiwa yang sejati.
A. 3.                 TUHAN mengajarkan Firman-Nya (ayat 3).
Pemazmur memakai istilah tentang “TUHAN menuntun aku di jalan yang benar” (ayat 3b).  Artinya ada dua, yaitu: Pertama, TUHAN menunjukkan jalan mana yang umat-Nya harus lalui, tempuh, ikuti, dan jalani;  Kedua, TUHAN membatinkan kebenaran-Nya kepada umat-Nya.   Caranya, yaitu TUHAN mengajarkan firman-Nya, yang berisi kebenaran-Nya (Isi hati-Nya, kehendak-Nya, maksud dan tujuan-Nya) yang umat-Nya perlukan untuk hidup suci dan berkenan kepada-Nya.

B.       TUHAN beserta umat-Nya di tempat yang tidak baik (4-5)
Penulis Mazmur ini, yaitu Daud memulai bukti bahwa TUHAN itu baik dengan beserta umat-Nya di tempat yang tidak baik, dengan mengatakan “sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman”.  Istilah berjalan “dalam lembah kekelaman”  memiliki arti: Pertama, bahwa hidup ini tidak mudah.  Selalu ada di bawah ancaman-ancaman yang membahayakan- Pengalaman hidup Daud menunjukkan fakta bahwa ia memiliki pengalaman seperti musuh, penyakit, peperangan, gempa bumi, kelaparan, bencana alam, sampar, dsb.  Kedua, dunia di mana kita hidup tidak pernah menjanjikan apa yang baik, dunia ini memiliki sisi gelap yang sangat mengerikan – mengecewakan,  fana dan layu; sementara dunia sendiri akan lenyap.   Itu sebabnya Tuhan Yesus pernah berucap:  “Janganlah kamu mencintai dunia ini dengan segala apa yang di dalamnya, sebab dunia akan lenyap dengan segala isinya”.   Menarik, ternyata segala sesuatu yang dulu membahayakan hidup Daud, ia katakana “sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya”.   Ada alasan mendasar mengapa ia tidak takut bahaya, sebab ia tahu dimanapun ia berada “dalam lembah kekelaman” di situ ada Tuhan yang baik,. Tuhan yang baik beserta umat-Nya ditempat yang gelap sekalipun, mengerikan dan menakutkan.   Empat cara Tuhan beserta umat-Nya di tempat yang paling gelap, sulit dan mengerikan, yaitu:
B. 1.     Gada Tuhan menghibur umat-Nya.  “Sebab gada-Mu …., itulah yang menghibur aku.   Gada adalah sebuah alat perang seperti pemukul besar yang siap menghancurkan lawan.   Jadi, dengan gada-Nya, yang melambangkan kekuatan dahsyat Tuhan , umat-Nya dilindungi dari semua lawan yang hendak menghadang.  Sebelum ada sesuatu yang disebut “bahaya” datang, gada Tuhan terlebih dahulu memukulnya, dan amanlah umat pilihan-Nya.
B. 2.     Tongkat Tuhan menghibur umat-Nya.  “Sebab…tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.”  Tongkat dalam sejarah teologi dan praktek hidup umat Allah dalam Perjanjian Lama memiliki beberapa makna: 1).  Tongkat menggambarkan sebuah silsilah/keturunan seseorang;  2).  Tongkat alat untuk menunjukkan kuasa Tuhan (Musa dan Israel), sewaktu perjalanan Mesir-Kanaan; 3). Tongkat adalah alat untuk mendisiplin  dan menghitung domba-domba yang masuk kandang; 4).  Tongkat sebagai alat penjinjing barang bawaan; 5).  Tongkat penopang dan penunjuk dalam perjalanan.    Jadi, tongkat Tuhan menyediakan apa yang diperlukan ditempat yang sulit dan membahayakan.
B. 3.     Tuhan menyediakan hidangan di hadapan lawan.   Artinya, di saat lawan-lawan umat-Nya tidak tenang, umat-Nya dapat menikmati hidangan (bagian dari seluruh berkat) Tuhan dengan tenang dan melimpah.
B. 4.     Tuhan mengurapi Kelapa dengan minyak.    Artinya, Tuhan menegakkan kebenaran dan mengangkat kepala umat-Nya tegak di hadapan lawan-lawannya.   Daud sendiri diangkat-Nya sebagai raja oleh Tuhan.

C.       TUHAN menyediakan bagi umat-Nya  tempat yang teramat  baik (6).
Tempat terbaik dalam ayat 6 ini menggambarkan dua tempat dan kondisi yang teramat baik, yang disediakan Tuhan bagi umat-Nya, yaitu:

C. 1.     Kebajikan dan Kemurahan mengikuti umar hidup orang percaya.   Ketika umat-Nya ada di dunia ini, usianya kendati singkat, karena memang hidup ini singkat, ada keberuntungan yang selalu mengikutinya.   Selama di dunia ini, umat-Nya memperoleh tempat yang terbaik dalam masyarakat, perbuatannya yang lahir dari niat baiknya menyebabkan ia disebut manusia berbudi pekerti baik (bajik – bijak). 
C. 2.     Diam dalam rumah Tuhan sepanjang masa.   Artinya tinggal di tempat Tuhan, di mana Tuhan ada..  Tuhan memuaskan kerinduan tertinggi dari hidup manusia/umat-Nya, yaitu menempatkan mereka sebagai pemilik sorga. 

Konklusi:
Tuhan itu baik.  Ia memimpin ke tempat yang baik, Tuhan beserta di tempat yang gelap; Tuhan menyediakan tempat yang teramat baik bagi umat-Nya.














































MANUSIA MATI YANG
DIHIDUPKAN ALLAH
Efesus 2:1-10

1).    Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.
2).    Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini., karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.
3).    Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat.  Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang  harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain.
4).    Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita,
5).    Telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita – oleh kasih karunia-Nya kamu diselamatkan.
6).    Dan dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia dii sorga,
7).    Supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus. 
8).    Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,
9).    Itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.
10).  Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya.  Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya. 


Setelah menggambarkan kekayaan rohani yang dimiliki oleh orang percaya pilihan Allah, Paulus menjelaskan keadaan manusia secara umum sebelum Allah merealisasikan keselamatan.  Karena itu teks 2:1-10 ini menunjukkan inti tentang tindakan Allah sewaktu Ia merealisasikan keselamatan-Nya.

A.       Manusia  Mati Secara Rohani di Hadapan Allah (1-3)
A. 1.    Mati secara rohani (1). Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.  Arti  mati  secara rohani di sini adalah manusia tidak dapat memahami  dan menghargai  hal-hal rohani.  Manusia tidak memiliki kehidupan rohani yang dapat menyenangkan Allah.  Penyebab kematian rohani ini adalah:
- Pelanggaran-pelanggaran dan Dosa-dosa.
A. 2.     Manusia Tidak Taat (2: 2-3a).   Tidak taat ini adalah awal dari kematian secara rohani, yaitu ketidaktaatan kepada kehendak Allah dengan mengikuti “jalan dunia” yang secara riil diwujudkan dengan mentaati “penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sedang berkuasa di antara orang-orang durhaka.  Arti taat kepada Iblis/Setang (Penguasa Angkasa).  Iblis beserta pembantunya memang bekerja di tengah-tengah orang tidak percaya (durhaka), tetapi ia ingin juga membuat orang pilihan Allah menjadi orang durhaka.  Karena itu, untuk sesaat saja sebelum Allah merealisasikan pilihan keselamatan-Nya yang kekal,  kita sempat taat kepada Iblis.   Karena itu, Paulus juga berkata:  “…dahulu kami semua terhitung di  antara mereka (3a).
A. 3.    Manusia bejat (2: 2b).  Hidup dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging, serta memiliki pikiran yang jahat.
A. 4.    Manusia pantas dihukum (2:3c).   “Pada dasarnya, sepantasnya manusia itu harus dimurkai”.  Dimurkai karena kebejatan hidup dan ketidaktaatan pada Allah.

B.       Allah Menghidupkan (Menyelamatkan) Manusia (4-10)
          Keadaan manusia di atas menunjukkan bahwa tidak ada harapan bagi manusia untuk menyelamatkan dirinya, kecuali Allah yang menyelamatkan manusia.  Keselamatan manusia yang dikerjakan Allah inilah yang menjadi inti tulisan Paulus dalam teks ini.    Melalui ayat 4-10, dapat diketahui cara-cara Allah menyelamatkan manusia:

B. 1.    


[1]Alkitab, LAI, Terjemahan Baru.   Yohanes 3:16.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar